Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa sosialisasikan
Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan
Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya, di BBPPKS Kemensos Regional
Padang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (1/12/2024).
PADANG, ANALISAKINI.ID--Narkoba merupakan ancaman serius bagi pembangunan
generasi muda dan daerah. Untuk itu, seluruh pihak harus bersinergi guna
mencegah penyebaran narkotika agar tidak merusak tatanan sosial kehidupan
masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua
DPRD Sumbar, Iqra Chissa, saat mensosialisasikan Perda Nomor 9 Tahun 2018
tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat
Adiktif Lainnya, di BBPPKS Kemensos Regional Padang, Kecamatan Pauh, Kota
Padang, Minggu (1/12/2024).
“Ya, ketika generasi muda hancur karena
pengaruh narkoba, ini akan merusak rencana-rencana strategis pembangunan daerah
ke depan. Narkoba adalah ancaman serius untuk semua pihak, khususnya generasi
muda,” katanya.
Kata Iqra, Sumbar kaya akan nilai-nilai
adat dan budaya, dan masyarakat bersama-sama harus mencegah penyebaran narkoba
agar tidak berkembang dan merusak apa yang telah dimiliki. Tingginya tingkat
penyebaran narkoba akan beriringan dengan meningkatnya kriminalitas, di mana
mereka yang terpapar narkoba akan melakukan apapun untuk mendapatkan jenis
narkoba yang diinginkan.
“Sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018
merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk menciptakan generasi muda
yang bersih dari narkotika. Sebagai unsur pimpinan DPRD Sumbar, kami akan
mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat menjauhkan generasi muda dari
narkotika,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Iqra
Chissa berencana mengadakan alek nagari di Kecamatan Pauh, di mana generasi
muda akan dilibatkan untuk memeriahkan acara tersebut. Salah satu tujuan yang
ingin dicapai adalah menekan angka penyebaran narkoba di wilayah tersebut.
Pada sosialisasi Perda ini, masyarakat
Kecamatan Pauh dari berbagai kalangan turut dilibatkan, termasuk generasi muda.
Narasumber yang dihadirkan merupakan para ahli di bidangnya dari Dinas
Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.
Sementara, tokoh masyarakat setempat
mengungkapkan bahwa narkoba memiliki daya rusak yang sangat berbahaya, bahkan
dapat menghancurkan masa depan seseorang. Meskipun Kecamatan Pauh tidak
memiliki bandar besar, transaksi narkoba tetap terjadi karena adanya jalur
distribusi. Oleh karena itu, masyarakat Pauh diharapkan memiliki kesadaran
bersama untuk mencegah berkembangnya narkoba. (n-r)